5 Kerusakan Akibat Jalan Rusak Berlubang dan Tips Pencegahan

Hai drivers, tidak lama lagi kita akan beralih dari musim panas ke musim hujan. Cuaca musim hujan memunculkan masalah yaitu jalanan berlubang. Terutama di beberapa tempat, faktor banjir dan mobil berat yang sering berlalu lalang membuat jalan lebih cepat rusak. Dalam sehari, besar kemungkinannya mobil kita akan melintasi jalan berlubang.

 

Kenapa sih bisa ada lubang di jalanan?

Lubang adalah ketidaksempurnaan jalan yang terjadi ketika aspal jalanan yang padat dan keras menjadi melemah atau bergeser. Jalan-jalan menjadi berlubang di musim hujan, ketika banyak air mengalir dan merusak lapisan dasar trotoar aspal. Ketika mobil melewati titik-titik lemah ini, aspal jalanan berubah bentuk, retak, dan pecah sehingga meninggalkan lubang di permukaan jalan. Awalnya, lubang ini kecil, tetapi dapat menjadi lebih besar ketika mobil sering berlalu lalang.

 

Berapa sih kerugian pengemudi karena jalan berlubang?

Rata-rata setiap pengemudi Indonesia bisa menghabiskan Rp1.500.000 hingga Rp4.000.000 setiap tahun hanya untuk memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh karena lubang. Ditambah lagi, jalan rusak dan berlubang juga salah satu faktor terjadinya kecelakaan di jalan.

 

5 Bagian Mobil yang perlu diperiksa jika Mobil Anda sering melewati Jalanan Rusak dan Berlubang.

 
  1. Ban

    Ban mobil adalah satu-satunya bagian yang selalu menyentuh jalan, dan paling rentan terhadap kerusakan seperti: ban samping menonjol, pengelupasan, dan pemerataan ban. Ini dapat terjadi karena lubang sering memiliki tepi yang keras yang menekan ban pada roda, mengiris karet atau mematahkan penyambung ban. Mengemudi dengan ban yang pecah itu tidak aman, tetapi anda bisa memperbaikinya. Ban dengan gelembung dan tonjolan di samping atau mengelupas harus segera diganti. Beberapa jenis ban dengan profil yang rendah sangat rentan terhadap kerusakan lubang. Pastikan ban kamu selalu mengembang dengan benar untuk membantu mencegah masalah ini.
     

  2. Velg Roda Mobil

    Sudut keras didalam jalan berlubang dapat berbenturan ke velg roda, dan menyebabkan penyok, retakan, dan kerusakan yang tidak diinginkan. Velg roda yang bengkok tidak dapat berkerja dengan lancar dan tidak dapat menyegel ban agar kedap udara. Retakan di velg mobil mudah dilihat karena terlihat seperti serpihan yang hilang. Ada baiknya untuk memeriksa velg roda mobil Anda secara menyeluruh. Velg yang bengkok terkadang bisa diperbaiki, tetapi velg yang terkelupas atau retak mungkin harus diganti.
     

  3. Suspensi Mobil

    Suspensi mobil dirancang untuk menyerap benturan dan getaran sehingga mengemudi jadi lebih mulus. Tetapi, ada batasan-batasan yang bisa dilakukan oleh susepsni. Hentakan keras terhadap jalan berlubang dapat menyebabkan masalah suspensi, termasuk: ketidakselarasan atau misalignment, sambungan ball-joint yang patah dan/atau kaki-kaki yang rusak. Jika saat mengemudi mobil anda terasa menarik ke satu arah, setir terasa longgar, dan ban menjadi aus, itu berarti sudah saatnya untuk anda memeriksa ban atau melakukan Spooring.
     

  4. Knalpot

    Lubang dapat menyebabkan bagian bawah mobil terkikis karena benturan dengan trotoar. Sehingga berpotensi merusak atau berobeng lubang di pipa knalpot, knalpot, atau catalytic converter. Anda mungkin pernah mengalami kehilangan daya atau suara tidak enak jika ada lubang di sistem knalpot/pembuangan Anda. Lebih bahaya lagi, lubang di sistem knalpot bisa mengeluarkan emisi polusi yang berbahaya tanpa kita ketahui. Pipa knalpot yang bocor juga bisa menyebabkan asap knalpot masuk ke kabin yang berpotensi membahayakan kesehatan.
     

  5. Bodi Mobil

    Secara umum, mobil yang lebih rendah atau ceper memang handling-nya lebih enak. Tetapi, mobil ceper yang kelihatannya sporty ini paling rentan terhadap kerusakan bodi disaat menghantam jalanan rusak dan berlubang. Selain itu, lubang juga bisa mengikis bumper bawah mobil. Jika anda mengendarai mobil sport yang rendah atau ceper, putar setir anda dengan tajam dan lakukan manuver yang aman di sekitar lubang yang anda lihat.
     

3 Tips Mengemudi Aman di Jalan Rusak/Berlubang

  1. Kurangi Kecepatan Kendaraan

    Ketika mengetahui jalan yang akan kita lewati itu berlubang, lebih baik bagi anda untuk mengurangi kecepatan dan mengemudi lebih pelan sebelum sampai di titik jalan berlubang. Selain itu, lebih baik tidak menginjak rem terlalu kuat pada saat ban memasuki lubang. Karena ketika menginjak rem terlalu kuat, ban dan velg akan menerima benturan keras dari pinggiran lubang.
     

  2. Jaga Jarak Aman

    Penting untuk diperhatikan agar menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan dan belakang kita. Apabila jarak terlalu dekat, dikhawatirkan akan terjadi benturan antar sesama kendaraan ketika kendaraan di depan melakukan rem mendadak. Apalagi dengan kondisi jalan yan rusak, lebih baik kita mengantisipasi dengan menjaga jarak aman.
     

  3. Hindari Ban Tergesek Pinggiran Lubang

    Saat melewati jalan berlubang, pastikan telapak ban masuk secara merata ke dalam lubang supaya dinding ban tidak bergesekan dengan pinggiran lubang. Karena, ban menjadi mudah rusak dan dapat mengalami kempis, tergores, atau robek jika menghantam pinggiran lubang dengan keras. Jika ban sudah terlanjur menghantam pinggiran lubang dengan keras, segera menepi ke bahu jalan untuk mengecek kondisinya. Jika ban sudah rusak, anda dapat mengganti dengan ban serep.
     

Jika mobil anda mengalami masalah, dapat menghubungi Call Center di nomor 0877-7052-1817 atau booking service di bawah ini. BengkelBro adalah platform direktori bengkel mobil terdekat dan terpercaya yang bisa membantu segala keperluan servis mobil anda.